Anak Ku...

Sayida Aufa, Bila malam tiba pejamkan mata mu sayang, saat mentari menampak lihatlah keindahan dunia dengan canda dan riang mu. Sayida Aufa, Abi Umi mu selalu mendo'a agar Allah selalu bersama mu. Kelak dewasa berdo'a pula sebagaimana do'a seorang anak kepada kedua orang tuanya. Sayida Aufa, Jangan pernah cemaskan dunia, karena semua pernak perniknya hanya sementara; tawa riang sementara, tangis sedih sementara, kaya sementara, miskin sementara, yang abadi hanyalah dimana tempat kembali kita kelak nanti. Sayida Aufa, Kami menyayangimu ...

Blog ini adalah blog pribadi yang bersifat umum. Alhamdulillah pada 1 Desember 2017 blog ini dibuat dengan harapan dapat memberikan faidah kepada setiap insan. Terkhusus kepada peserta didik di tempat saya mengajar. Alhamdulillah

Kelembutan akan membuahkan cinta, dan cinta akan semakin merekatkan hubungan guru dengan para siswanya.

Senin, 05 Agustus 2019

Sicerdas Saat Padam Listrik

Tak sedikit diantara kita merasa menderita ketika padam listrik. Keluh dan kata-kata kekesalan kerap terlempar sebagai ungkapan derita tersebut. Realita padamnya listrik memang mengganggu sebagian eksistensi kehidupan kita, gelap gulita, sulit air, akses internet terganggu, hp lowbath, dan seabrek lainnya.

Tetapi, seabrek masalah tersebut adalah setitik siksa yang kita rasakan didunia bila dibanding sisksa di akhirat kelak. Lalu mengapa kita terlalu lupa dengan sisksa akhirat kelak? Kita tak pernah berkeluh dan kecewa tatkala jauh dari ibadah dan merasa aman atas maksiat kita di dunia, padahal Allah Ta'ala telah menyiapkan berbagai siksa untuk hambanya yang durhaka dan pembangkang.

Gelapnya padam listrik, tak segelap alam barzakh (kubur), dan sulitnya air saat padam listrik tak sesulit siksa neraka jahannam yang hidangan minumnya adalah nanah membusuk dan air panas mendidih dengan api neraka (hamim).

Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]

“Dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya,” (Qs. Muhammad:15)

Lalu siapakah sicerdas itu? cerdas bukan hanya seorang yang memiliki intelektualitas tinggi dengan setumpuk karya ilmiah, atau bukan hanya seorang bergelar akademik mentereng dengan gelar kebanggannya. Si cerdas sebagaimana yang Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sabdakan adalah:

“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal.”

Jadi sicerdas adalah seorang yang meanseatnya melampaui batas alam dunia dan materi, serta dapat membandingkan fananya fenomena di dunia dengan kekekalan alam akhirat, sehingga setiap kejadian didunia menjadi ibrah (pembelajaran) baginya. Pada akhirnya sicerdas berkesimpulan "siksa NYA kelak diakhirat melebihi siksa padamnya liatrik di dunia".

Wallahu Bit Taufiiq

@robby

Sabtu, 03 Agustus 2019

Ketahuilah, Kelak Lukamu Ini Akan Menjadi Obat Bagi Mu

Luka memang menyakitkan, menakutkan dan meninggalkan bekas. Ibarat sayatan pisau pada kulit, luka membuat seseorang menderita. Tak ada yang ingin terluka atau bahkan melihat sebuah luka. Jika ada luka maka seorang akan lekas mengobati dan menyembuhkannya, karena luka adalah duka. Akan tetapi ketahuilah, kelak lukamu ini akan menjadi obat bagi mu, sebagaimana hujan menjadi penawar saat kegersangan memanjang. Luka mu adalah pensuci noktah dan noda hitam dosa dosa mu. Luka akan mengangkat derajat karna ia akan bersaksi atas pembuktian kesabaran dan keikhlasan pada taqdir NYA. Pada akhirnya luka menghantarkan mu ke taman syurga abadi nan nikmat. 
Wallahu Bit Taufik.
@robby