Anak Ku...
Sayida Aufa, Bila malam tiba pejamkan mata mu sayang, saat mentari menampak lihatlah keindahan dunia dengan canda dan riang mu. Sayida Aufa, Abi Umi mu selalu mendo'a agar Allah selalu bersama mu. Kelak dewasa berdo'a pula sebagaimana do'a seorang anak kepada kedua orang tuanya. Sayida Aufa, Jangan pernah cemaskan dunia, karena semua pernak perniknya hanya sementara; tawa riang sementara, tangis sedih sementara, kaya sementara, miskin sementara, yang abadi hanyalah dimana tempat kembali kita kelak nanti. Sayida Aufa, Kami menyayangimu ...
Senin, 22 Januari 2024
EKSPRESI KREATIF
PASKIBRA
Anda Rela Menjadi Orang Bodoh?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
Senin, 05 Agustus 2019
Sicerdas Saat Padam Listrik
Tetapi, seabrek masalah tersebut adalah setitik siksa yang kita rasakan didunia bila dibanding sisksa di akhirat kelak. Lalu mengapa kita terlalu lupa dengan sisksa akhirat kelak? Kita tak pernah berkeluh dan kecewa tatkala jauh dari ibadah dan merasa aman atas maksiat kita di dunia, padahal Allah Ta'ala telah menyiapkan berbagai siksa untuk hambanya yang durhaka dan pembangkang.
Gelapnya padam listrik, tak segelap alam barzakh (kubur), dan sulitnya air saat padam listrik tak sesulit siksa neraka jahannam yang hidangan minumnya adalah nanah membusuk dan air panas mendidih dengan api neraka (hamim).
Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]
“Dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya,” (Qs. Muhammad:15)
Lalu siapakah sicerdas itu? cerdas bukan hanya seorang yang memiliki intelektualitas tinggi dengan setumpuk karya ilmiah, atau bukan hanya seorang bergelar akademik mentereng dengan gelar kebanggannya. Si cerdas sebagaimana yang Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sabdakan adalah:
“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal.”
Jadi sicerdas adalah seorang yang meanseatnya melampaui batas alam dunia dan materi, serta dapat membandingkan fananya fenomena di dunia dengan kekekalan alam akhirat, sehingga setiap kejadian didunia menjadi ibrah (pembelajaran) baginya. Pada akhirnya sicerdas berkesimpulan "siksa NYA kelak diakhirat melebihi siksa padamnya liatrik di dunia".
Sabtu, 03 Agustus 2019
Ketahuilah, Kelak Lukamu Ini Akan Menjadi Obat Bagi Mu
Wallahu Bit Taufik.
@robby
Jumat, 19 Oktober 2018
Anak Ku
Sayida Aufa,
Bila malam tiba pejamkan mata mu sayang, saat mentari menampak lihatlah keindahan dunia dengan canda dan riang mu.
Sayida Aufa,
Abi Umi selalu mendo'a agar Allah selalu bersama mu. Kelak dewasa berdo'a pula sebagaimana do'a seorang anak kepada kedua orang tuanya.
Sayida Aufa,
Jangan pernah cemaskan dunia, karena semua pernak perniknya hanya sementara; tawa riang sementara, tangis sedih sementara, kaya sementara, miskin sementara, yang abadi hanyalah dimana tempat kembali kita kelak nanti.
Sayida Aufa,
Kami menyayangimu ...
@Robby Cahyadi - Asma As Salli



.jpeg)


